Mengapa Manusia Bersin ?

Hatcih…!

Hatcuh…!

Hachim…!

Kira-kira begitulah beberapa bunyi orang sedang bersin. Bersin adalah reaksi tubuh yang sering terjadi pada manusia dan semua orang pasti pernah mengalaminya. Bersin datang dengan tiba-tiba dan kita tak mampu untuk mencegahnya, walaupun begitu, terkadang kita dapat menahan bersin sehingga kita tidak bersin terlalu keras. Gejala bersin pada tubuh manusia ini sangat alamiah dan tentunya banyak penjelasan tentang bersin yang bisa kita dapatkan.

Di Musim hujan banyak orang terserang flu. Gejala flu juga sering disertai dengan bersin-bersin di samping gejala yang lainnya. Walaupun kelihatanya ringan, bersin-bersin yang menyertai flu kerap mengusik aktivitas yang kita lakukan. Kalau hanya satu atau dua kali mungkin tak menjadi masalah. Jika bersin itu terjadi sampai berkali-kali, rasanya bukan hanya kita saja yang merasa risih. Orang lain pun, paling tidak akan menatap kita dengan pandangan yang aneh. Apalagi kalau itu terjadi di hadapan orang banyak dalam satu ruangan.

Bersin juga bisa terjadi karena alergi terhadap udara dingin, debu, bau hingga asap yang masuk ke saluran pernapasan kita. Untuk yang satu ini reaksinya spontan sedangkan antisipasinya hanyalah dengan kondisi badan yang fit dan prima serta menghindari penyebabnya. Pada kondisi tubuh yang fit pun terkadang bersin-bersin yang disebabkan oleh alergi tetap tak bisa dihindari. Kadang bersin dapat juga timbul tanpa sebab yang jelas.

Sebenarnya bersin adalah sebuah pertanda bahwa kita ini sehat. Sehat dalam arti mekanisme tubuh kita berjalan dengan lancar sempurna. Bersin sebagai sebuah reaksi adanya ketidakberesan dalam saluran pernapasan. Mungkin ada debu atau kotoran dari udara yang kita hirup yang tidak tersaring dan ikut masuk sehingga tubuh secara spontan bereaksi mengeluarkan kotoran melalui bersin.

Di dalam hidung, udara yang masuk dihangatkan sampai mendekati suhu tubuh. Kemudian diberi kandungan air sampai mendekati kejenuhan dan dibersihkan lagi sehingga udara yang masuk ke paru-paru benar-benar bebas dari benda asing. Bila udara sangat beredebu, sangat dingin atau mengandung uap atau zat yang merangsang, ujung syaraf dihidung akan terangsang. Akibatnya refleks bersin segera terjadi untuk membersihkan hidung.

Seandainya mekanisme tubuh tidak berjalan sempurna maka debu dan kotoran yang tak tersaring akan bertumpuk di paru-paru. Dapat dibayangkan apa yang terjadi dengan paru-paru kita yang dipenuhi oleh zat-zat tersebut. Sedangkan kotoran yang berhasil disaring hidung atau lazim disebut sebagai “upil” kalau bertumpuk dan sempat ngendon di hidung saja sudah seperti itu. Orang pun pada akhirnya akan mengeluarkannya dengan memanfaatkan jari tangannya alias ngupil.

Orang bersin memang tidak ada yang melek atau melotot matanya. Mestinya kita perlu bersyukur bahwa mekanisme tubuh yang dianugerahkan Tuhan kepada kita telah menjamin keselamatan dan keamanan bagi organ tubuh kita. Mata tidak turut terlempar ketika bersin dan lidah tidak terjulur keluar.

Dalam Agama Islam ada tuntunan yang sangat baik yang juga dapat dianggap sebagai doa. Bila kita bersin hendaknya mengucapkan “Alhamdulillah” sebagai ungkapan rasa syukur. Lalu orang yang mendengarnya akan menjawab “”Yarhamukallah” dan dijawab lagi oleh orang yang bersin tadi dengan “Yahdibikumullah”. Bersin saja sudah mengandung unsur doa mendoakan bagi sesama manusia.

Tak dapat dipungkiri, bahwa bersin memang terjadi secara spontan sehingga suara yang keluar pun akan terdengar sangat keras dan nyaring. Suara yang keluar ketika bersin itu adalah suara yang benar-benar dari dalam, spontan dan tak bisa disembunyikan. Kita akan tahu teriakan orang dengan sebenar-benarnya ketika orang tersebut sedang bersin. Bahkan orang yang pendiam dan tak banyak bicara pun kalau bersin akan benar-benar spontan dan keras mengeluarkan teriakannya tanpa bisa ditahan lagi.

sumber : sakitsebabdanobatnya

Perihal wegaclubban
Seorang anak manusia yang suka bermain dan belajar karena belajar, bermain, dan berdoa itu kewajiban kita sebagai generasi penerus kehidupan. Lakukanlah apa yang kita cintai dan cintailah apa yang kita lakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: