Nasib “SIAL” Pendiri Machintos

Pernah saya baca suatu artikel tentang Steve Jobs, Pendiri Machintos. Lantas, artikel itu saya repost di blog ClubbanUI. Waktu itu saya ingin memotivasi adik-adik SMA yang sedang memilih-milih universitas dan akan menghadapi Ujian Nasional. Sekarang nggak ada salahnya kalau artikel itu saya repost lagi di blog ini, biar nggak ilang aja, biar ada yang baca.

Saya repost tulisan ini karena menurut saya isinya bagus. Isinya menceritakan tentang Steve Jobs yang sejak kecil sudah mengalami nasib yang tidak beruntung. Bahkan ia pernah dipecat dari perusahaan yang dibangunnya sendiri, yaitu Apple. Dan hebatnya ia bisa bangkit dan mendirikan sebuah studio animasi yang sekarang film-filmnya selalu laris di pasaran, PIXAR. Nah, untuk lengkapnya mari kita baca Nasib “SIAL” Pendiri Machintos.

Steve Jobs

Memang benar kata orang, selalu ada kesempatan dalam kesulitan. Kesempatan itu tersembunyi dalam peristiwa paling buruk sekalipun. Orang Barat menyebutnya dengan istilah blessing in disguise.

Blessing seperti ini sering kita dapatkan, namun jarang kita sadari. Kita hanya dapat memahaminya setelah kita menikmati indahnya kesuksesan. Lalu bagaimana kita bisa memperolehnya? Cerita ini mungkin dapat memberikan penjelasan.

Kita semua tahu Steve Jobs. Dia adalah pendiri Apple, perusahaan yang memproduksi Machintos dan produk legendaris iPod. Dia juga pendiri Pixar, yang menjadi pionir berkembangnya film-film animasi 3D dengan produknya Toy’s Story, a Bug’s Life, UP, dan lain-lain. Pada tahun 2005, Steve Jobs memberikan pidato pada acara pemberian ijazah (commencement address) di Stanford University. Dalam pidato itu, ia menceritakan kisah inspiratif tentang hidupnya.

Sejak lahir, Steve Jobs sudah bernasib “sial.” Dia dilahirkan dari pasangan yang tidak menikah. Ibunya hendak memberikan hak asuhnya kepada seorang terpelajar yang berjanji akan mengasuhnya setelah ia lahir. Namun ketika lahir, mereka tidak jadi mengasuhnya dengan alasan pasangan terpelajar itu menginginkan anak perempuan. Jadilah hak asuh Steve Jobs diberikan pada seorang karyawan biasa berpenghasilan kecil.

Lulus SMA Steve Jobs kuliah di Reed University, namun mengalami kesulitan finansial sehingga harus drop-out di semester pertamanya. Tetapi dia tidak serta merta meninggalkan kampus. Dia tetap bersemangat belajar dan nekat sit-in (sit-in berarti ikut duduk belajar di kelas, padahal tidak terdaftar di kelas itu) di kelas kaligrafi.

Mungkin kedengerannya kelas itu tidak terlalu penting. Kasarnya, orang yang belajar kaligrafi bisanya apa sih? Tapi kata Steve Jobs itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah dia buat. Dengan belajar kaligrafi, dia juga belajar tentang tipografi (ilmu membuat huruf) yang pada akhirnya membantu dia menciptakan desain-desain unik untuk produknya, seperti iPod, iMac, iPhone.

Saat-saat itu menjadi saat terkeras dalam hidupnya. Ia tumbuh sebagai orang yg pantang menyerah, dia tidur di lantai kamar temannya, mengumpulkan botol-botol Coca Cola untuk mendapatkan 5 sen, dan berjalan 7 mil setiap minggu untuk mendapatkan makanan gratis di kuil Hare Khresna. Dia terus berjuang sampai akhirnya berhasil menciptakan Macintosh yang terkenal dengan desainnya yang unik, dan mendirikan Apple.

Kesialan kedua terjadi ketika Steve Jobs dipecat dari Apple. Garis bawahi, dipecat dari Apple, dipecat dari perusaahan sendiri. Para pemegang saham ketika itu merasa kinerja Apple sangat buruk, dan kesalahan ditimpakan kepada pemimpinnya yaitu Steve Jobs. Bagi Anda para pengusaha pasti memahami bahwa itu adalah hal yang sangat menyakitkan. Mendirikan perusahaan itu bukanlah sesuatu yang mudah dan perlu pengorbanan yang sangat besar, namun setelah perusahaannya menjadi besar. Anda dipecat dari perusahaan itu? Dipecat oleh orang yang dulu Anda rekrut untuk bekerja di perusahaan Anda. Bagaimana rasanya?

Tapi Steve Jobs tidak menyerah, dia mendirikan perusahaan lain bernama PIXAR. Anda pasti pernah mendengarnya, itu lho yang nyiptain Toys Story, Nemo, Wall-E, A Bugs Life.

Toy's Story

Dan yang seperti Anda tahu, Pixar mengalami kesuksesan luar biasa. Coba sebutkan film Pixar yang cacat? tidak ada! Semuanya bagus-bagus! Pixar pun akhirnya dibeli oleh Disney, dan Steve Jobs mendapat kehormatannya lagi, dia diminta untuk kembali memimpin Apple, dan tak lama kemudian tepatnya tahun 2001, Steve Jobs melahirkan iPod.

Bayangkan kalo Steve Jobs tidak di DO, atau menyerah dan langsung meninggalkan kampus setelah di DO, dia tidak akan belajar kaligrafi dan akhirnya Machintos tidak menjadi produk yang unik dan laris seperti saat ini. Bayangkan Kalo Steve Jobs tidak dipecat dari perusahaan sendiri, kita tidak akan pernah nonton Toys Story, UP, Wall-e dan lainnya. Dan bayangkan kalo Steve Jobs patah semangat? Mungkin dia tidak akan menjadi seperti sekarang ini.

Satu hal penting yang saya pelajari dari kisah Steve Jobs: kesempatan dapat kita peroleh asalkan tekun dan pantang menyerah. Steve Jobs sungguh merupakan contoh sempurna bagaimana kedua hal itu, ketekunan dan semangat, dapat menciptakan kesempatan dalam kesialan seberat apapun.

—–

Penulis: Ricky Setiawan. Mahasiswa FE, Manajemen Pemasaran 2007. Operation Director Miracle Teknologi Solusindo (http://www.miracleteknologisolusindo.com), owner HargaTeman.com (http://www.hargateman.com).

sumber: anakui.com

Perihal wegaclubban
Seorang anak manusia yang suka bermain dan belajar karena belajar, bermain, dan berdoa itu kewajiban kita sebagai generasi penerus kehidupan. Lakukanlah apa yang kita cintai dan cintailah apa yang kita lakukan.

5 Responses to Nasib “SIAL” Pendiri Machintos

  1. Ping-balik: Pidato Steve Jobs « Blognya Wega Clubban

  2. Ghiffari mengatakan:

    kok ada yg beda sama pidato aslinya? Waktu Steve Jobs balik ke Apple kan karena Pixar dibeli Apple.

    • wegaclubban mengatakan:

      oh iya ya… tapi setelah dicermati lagi, di pidatonya, steve jobs bilang Apple membeli Next (CMIIW), kemudian dia kembali ke Apple

      maklum, ini tulisan cuma ngutip doang. tuh kan udah ada nama penulisnya.😀
      makasih koreksinya.

  3. kang ian mengatakan:

    banyak hal yang kita petik dari kisah2 orang sukses..
    ingatlah sukses juga mempunyai perjalanannya g semata2 bisa langsung sukses gitu aja..
    terima kasih

    • wegaclubban mengatakan:

      terima kasih komennya kang ian
      saya sebagai anak muda yang belum banyak pengalaman masih harus banyak belajar
      menurut saya salah satunya dengan belajar dari kisah orang-orang sukses
      banyak pelajaran yang bisa diambil disana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: