Puasa Ramadhan

Alhamdulillah, bulan yang telah ditunggu-tunggu segenap umat Islam akhirnya datang juga, Ramadhan. Bulan suci ini adalah bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah telah menjanjikan banyak kebaikan bagi hamba-hambanya yang sungguh-sungguh beribadah di bulan ini.

Ramadhan spesial di banding bulan-bulan lainnya yang terdapat ibadah puasa ramadhan di dalamnya. Ibadah puasa wajib yang diperintahkan Allah pada umat Islam. Ibadah yang menuntut kita menahan lapar dan haus untuk merasakan bagaimana lapar dan hausnya saudara-saudara kita yang kekurangan. Ibadah yang menuntut kita untuk tidak memperturutkan hawa nafsu, untuk tidak melakukan hal sia-sia, untuk menahan diri kita dari berbagai godaan duniawi.

Bicara soal puasa, saya teringat sebuah cerita nasihat tentang puasanya ular dan ulat. Kita semua tentu kenal dua binatang ini. Ular yang licin, menakutkan, terkandang indah namun mematikan dan ulat yang kecil, uget-uget, kadang cantik tapi menjijikan. Nah, kalau kita perhatikan dalam siklus hidup kedua binatang ini, mereka juga ternyata mengalami yang namanya puasa. Ular sebagai binatang melata akan mengalami yang namanya “ganti kulit”. Suatu fase dimana ular harus melepas kulit yang sudah tua dari tubuhnya sehingga kulitnya menjadi baru lagi. Nah, saat ganti kulit inilah ular harus berpuasa. Sedangkan ulat, dalam proses hidupnya nanti akan mengalami metamorfosis, melalui fase kepompong. Selama fase kepompong inilah puasa harus dilakukan.

Selepas puasa, ular akan mendapati tubuhnya dengan kulit baru yang lebih sempurna untuknya. Namun, kita tak akam menemukan banyak perubahan pada ular, tubuhnya tetap saja seperti itu, dan ulat itu tetap saja terlihat licin, menakutkan, terkandang indah namun mematikan. Lain halnya ulat, selesai dari puasanya kita akan mendapati dirinya telah berubah menjadi suatu makhluk yang jelas-jelas berbeda, yaitu kupu-kupu. Kita pun dapat melihat, ulat berubah dari makhuk kecil, uget-uget, kadang cantik tapi menjijikan menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Subhanallah.

Apa yang terjadi setelah ular dan ulat puasa dapat digambarkan seperti orang yang melewati puasa ramadhan. Puasa seperti ular menahan lapar dan haus namun akhirnya selepas puasa tidak dapat apa-apa dan tidak mengingkatkan kualitas diri, kembai ke kebiasaan lama. Puasa seperti ulat menahan lapar dan haus, manahan diri, dan akhirnya selepas puasa menjadi sesosok pribadi baru yang lebih baik iman dan taqwanya, meninggalakan kebiasaan lama yang buruk. Nah, sekarang tinggal kita yang memilih apakah kita ingin berpuasa seperti ular atau seperti ulat.

Nah, tentu banyak dari kita ingin seperti ulat yang menjadi kupu-kupu. Karena itu, marilah kita terus tingkatkan kualitas ibadah kita. Puasa yang jujur, sholat malam yang rajin, perbanyak tadarus, berkumpul dengan orang-orang soleh, bersedekah dan tebar senyum. Semoga puasa ramadhan ini tidak menjadi sia-sia dan kita mendapat ridho Allah swt.

Perihal wegaclubban
Seorang anak manusia yang suka bermain dan belajar karena belajar, bermain, dan berdoa itu kewajiban kita sebagai generasi penerus kehidupan. Lakukanlah apa yang kita cintai dan cintailah apa yang kita lakukan.

8 Responses to Puasa Ramadhan

  1. kang ian mengatakan:

    Met Puasa mas n Met buka hahaha
    semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menerima semua amalan kita amiin ^^

  2. Amin…

    Selamat menjalankan ibadah puasa..

    Semoga mendapat ridho-NYA. amin…🙂

  3. susiloadysaputro mengatakan:

    met puasa mas…ntar jadi buber kan mas??

  4. Catatan SederhaNa mengatakan:

    “patuhilah petunjuk ramadhan”.gambarnya lucu mas😀

    salam persahabatan ,-

  5. susiloadysaputro mengatakan:

    MAs,,KTPku aja nganti ilang..hahahah,,ntar insyaalloh aku kpwt..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: