Video: KAMARPAS

Ceritanya ada seorang mahasiswa yang nggak punya koleksi baju bagus. Yang ada cuma koleksi kaos-kaos gratisan panitia. Mahasiswa bernama Cumi itu kemudian keliling kota untuk mencari tempat yang menjual pakaian dengan koleksi yang up to date sesuai dengan tren masa kini. Orang biasa mengenal tempat ini sebagai distro. Di tengah pencariannya yang tak berujung, Cumi bertemu temannya Topan. Teman yang dikenalnya sebagai anak gaul itu menyarankannya untuk mencari distronya terlebih dahulu melalui web KAMARPAS. Pada akhirnya Cumi berhasil menemukan distro dimana dia dapat menemukan pakaian yang keren.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Clubban Learns to Rock


 
 
Salah satu alasan nama blog saya “Wega Clubban” adalah karena saya adalah anggota Clubban UI, Club Mahasiswa Banyumas – Universitas Indonesia. Beberapa waktu lalu, Clubban UI mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam ajang yang diselenggarakan mahasiswa FIB UI yang berjudul Festival Etnik Nusantara. Baca pos ini lebih lanjut

Semester Lima Kemarin – Kuliah RPL

Di tulisan sebelumnya, saya menceritakan kegiatan-kegiatan kepanitiaan saya selama semester lima. Nah, di tulisan ini, saya mau mencaritakan kegiatan kuliah saya. Lagi-lagi, kegiatan-kegiatan ini yang membuat saya malas ngeblog, malas mengunjungi blog sampai-sampai saya lupa password account wordpress ini.

Kuliah di semester lima yang pasti sibuk, banyak tugas, banyak deadline, banyak proyek. Sama dengan semester lainnya, bedanya yang ini lebih seru dan menantang.  Ada tujuh mata kuliah yang saya ikuti, ada OOP, RPL, HCI,Pengcit, Wirus, Kamjar, dan Database. Dari tujuh mata kuliah itu, saya diajar empat dosen. Jadi, ada dua dosen yang masing-masing mengajar dua mata kuliah.

Yang paling seru, tentunya RPL atau Rekayasa Perangkat Lunak. Di kuliah ini kita diberi ilmu mengenai  manajemen proyek rekayasa perangkat lunak. Dari mulai tahap perencanaan, implementasi, sampai tahap maintenance. Yang bikin seru kuliah ini adalah dosennya dan tugas proyeknya. Pertama, dosennya galak, disiplin, tegas, keras, pokoknya ngeri. Kedua, proyeknya macam proyek bikin software sebenarnya dimana kita harus melengkapi semua dokumen-dokumen pendukung proyek perangkat lunak ditambah presentasi di akhir semester. Baca pos ini lebih lanjut

Semester Lima Kemarin

Ya, akhirnya nulis lagi di blog ini… Apa kabar ya blog saya? Wah ternyata kehilangan banyak peringkat, kehilangan banyak visitor, dan  saya juga kehilangan kontak dengan teman-teman blogger, ketinggalan informasi tentang blogging. Nggak apa-apa, sekarang waktunya saya curhat dulu di blog ini.

Kenapa sih sebenernya kemarin-kemarin itu saya jarang bahkan nggak pernah buka blog? jawabannya adalah kuliah (mahasiswa pastinya kuliah dong). Memang sih, kuliah bukan alasan yang tepat, tapi yang jelas karena kegiatan-kegiatan kampus, saya jadi malas ngeblog. Padalah kan seharusnya banyak yang bisa saya tulis di blog karena saya banyak kegiatan. Yah, pokoknya, intinya saya malas, hehe.

Satu semester ke belakang, saya sedang kuliah di semester lima. Bisa dibilang semester ini adalah semester yang penuh perjuangan dan seru banget. Mulai dari kegiatan-kegiatan kepanitiaan, kuliah yang dosennya baik, yang dosennya galak, yang dosennya disiplin, sampai tugas-tugas proyek yang seringkali kita kerjakan mendekati deadline. Semester ini juga semester yang membuat saya lebih dekat dengan teman-teman karena banyaknya tugas-tugas proyek yang kita pikul bersama. Baca pos ini lebih lanjut

Biografi Orang Sukses: Tjio Wie Tay – Gunung Agung

Jumpa lagi dengan blog ini. 🙂

Akhir-akhir ini saya lagi banyak tugas kuliah nih, ditambah kesibukan-kesibukan lain yang dibuat buat yang membuat jadwal semakin padat. Buruknya, kelelahan membuat saya jadi malas menulis di blog. Jangankan menulis, mengunjunginya saja enggan. Apalagi jalan-jalan untuk baca dan komentar. 😥

Nah, di minggu-minggu UTS ini saya punya beberapa tugas mengumpulkan tulisan ini dan itu, salah satunya biografi pengusaha, atau kerennya entrepreneur, yang sudah sukses ataupun sudah bangkrut. Untuk mengerjakan tugas ini sudah pasti senjata pamungkas kita adalah om google. Bingung ingin mencari siapa, tiba-tiba ketemu dengan seseorang yang namanya susah diucapkan, yaitu Tjio Wie Tay (susah kan bacanya :P). Beliau adalah seseorang yang berada di balik suksesnya sebuah toko buku yang cukup terkenal di Jakarta, Toko Gunung Agung. Seperti kebanyakan orang sukses, beliau menjalani kehidupan yang penuh akrobat, mulai dari hidup susah, jualan buku, jualan rokok, bahkan jadi manusia karet. Yang pasti beliau adalah orang yang pantang menyerah. Berikut ini ada sebuah tulisan yang menceritakan Tjio Wie Tay yang sekarang lebih dikenal dengan Haji Masagung. Baca pos ini lebih lanjut

Puasa Ramadhan

Alhamdulillah, bulan yang telah ditunggu-tunggu segenap umat Islam akhirnya datang juga, Ramadhan. Bulan suci ini adalah bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah telah menjanjikan banyak kebaikan bagi hamba-hambanya yang sungguh-sungguh beribadah di bulan ini.

Ramadhan spesial di banding bulan-bulan lainnya yang terdapat ibadah puasa ramadhan di dalamnya. Ibadah puasa wajib yang diperintahkan Allah pada umat Islam. Ibadah yang menuntut kita menahan lapar dan haus untuk merasakan bagaimana lapar dan hausnya saudara-saudara kita yang kekurangan. Ibadah yang menuntut kita untuk tidak memperturutkan hawa nafsu, untuk tidak melakukan hal sia-sia, untuk menahan diri kita dari berbagai godaan duniawi.

Bicara soal puasa, saya teringat sebuah cerita nasihat tentang puasa Baca pos ini lebih lanjut

Janganlah Menjadi Gelas, Jadilah Danau

Beberapa waktu lalu saya berkelana di kaskus. Nah waktu itu saya temukan thread yang berisi sebuah kisah bijak. Kisah ini menceritakan tentang seorang guru dan seorang murid yang memiliki masalah dalam hidupnya. Disini gurunya memberi sebuah nasehat kepadanya dengan air dan garam. Sesuai dengan judul nasihatnya kira kira berbunyi, “janganlah menjadi gelas, jadilah danau”.  Silakan membaca.

Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.
“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?”sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,”jawab sang murid muda.
Sang Guru terkekeh “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Baca pos ini lebih lanjut