Biografi Orang Sukses: Tjio Wie Tay – Gunung Agung

Jumpa lagi dengan blog ini. 🙂

Akhir-akhir ini saya lagi banyak tugas kuliah nih, ditambah kesibukan-kesibukan lain yang dibuat buat yang membuat jadwal semakin padat. Buruknya, kelelahan membuat saya jadi malas menulis di blog. Jangankan menulis, mengunjunginya saja enggan. Apalagi jalan-jalan untuk baca dan komentar. 😥

Nah, di minggu-minggu UTS ini saya punya beberapa tugas mengumpulkan tulisan ini dan itu, salah satunya biografi pengusaha, atau kerennya entrepreneur, yang sudah sukses ataupun sudah bangkrut. Untuk mengerjakan tugas ini sudah pasti senjata pamungkas kita adalah om google. Bingung ingin mencari siapa, tiba-tiba ketemu dengan seseorang yang namanya susah diucapkan, yaitu Tjio Wie Tay (susah kan bacanya :P). Beliau adalah seseorang yang berada di balik suksesnya sebuah toko buku yang cukup terkenal di Jakarta, Toko Gunung Agung. Seperti kebanyakan orang sukses, beliau menjalani kehidupan yang penuh akrobat, mulai dari hidup susah, jualan buku, jualan rokok, bahkan jadi manusia karet. Yang pasti beliau adalah orang yang pantang menyerah. Berikut ini ada sebuah tulisan yang menceritakan Tjio Wie Tay yang sekarang lebih dikenal dengan Haji Masagung. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Janganlah Menjadi Gelas, Jadilah Danau

Beberapa waktu lalu saya berkelana di kaskus. Nah waktu itu saya temukan thread yang berisi sebuah kisah bijak. Kisah ini menceritakan tentang seorang guru dan seorang murid yang memiliki masalah dalam hidupnya. Disini gurunya memberi sebuah nasehat kepadanya dengan air dan garam. Sesuai dengan judul nasihatnya kira kira berbunyi, “janganlah menjadi gelas, jadilah danau”.  Silakan membaca.

Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.
“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?”sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,”jawab sang murid muda.
Sang Guru terkekeh “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Baca pos ini lebih lanjut

Pidato Steve Jobs

Posting sebelumnya Nasib “SIAL” Pendiri Machintos saya repost tulisan tentang Steve Jobs. Nah ini dia pidato yang dimaksud dalam artikel itu dimana Steve Jobs mencaritakan perjalanan hidupnya.

Nasib “SIAL” Pendiri Machintos

Pernah saya baca suatu artikel tentang Steve Jobs, Pendiri Machintos. Lantas, artikel itu saya repost di blog ClubbanUI. Waktu itu saya ingin memotivasi adik-adik SMA yang sedang memilih-milih universitas dan akan menghadapi Ujian Nasional. Sekarang nggak ada salahnya kalau artikel itu saya repost lagi di blog ini, biar nggak ilang aja, biar ada yang baca.

Saya repost tulisan ini karena menurut saya isinya bagus. Isinya menceritakan tentang Steve Jobs yang sejak kecil sudah mengalami nasib yang tidak beruntung. Bahkan ia pernah dipecat dari perusahaan yang dibangunnya sendiri, yaitu Apple. Dan hebatnya ia bisa bangkit dan mendirikan sebuah studio animasi yang sekarang film-filmnya selalu laris di pasaran, PIXAR. Nah, untuk lengkapnya mari kita baca Nasib “SIAL” Pendiri Machintos.

Steve Jobs Baca pos ini lebih lanjut